Kam. Nov 30th, 2023

Harian Deteksi – Bursa Amerika Serikat (AS) Wall Street dibuka di zona hijau pada perdagangan Rabu (11/10/2023) didorong oleh rilisnya data inflasi harga produsen dan banyaknya merger di sektor energi. Tidak hanya itu, penurunan imbal hasil Treasury akibat kekhawatiran investor akan risiko perang Israel-Hamas, sehingga pelaku pasar AS menilai pasar modal relatif lebih menguntungkan

Dow Jones dibuka menguat 0,27% di posisi 33.831,40, sementara S&P 500 naik 0,29% di posisi 4.370,93, begitu juga dengan Nasdaq terapresiasi 0,42% di posisi 13.620,26.

AS hari ini melaporkan indeks harga produsen mencapai 0,5% periode September 2023 (month to month/mtm), lebih tinggi dari perkiraan konsensus sebesar 0,3%. Secara tahunan, indeks harga produsen meningkat menjadi 2,2% pada September dari 2,0% pada Agustus.

Indeks melaju lebih kencang dari ekspektasi pasar.

Imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun yang menjadi acuan turun sekitar 6 basis poin menjadi 4,58%, karena investor beralih ke aset safe haven tradisional di tengah konflik. Pergerakan ini mencerminkan reaksi pertama pasar obligasi terhadap konflik Israel-Hamas seiring kembali dibukanya pasar setelah libur Hari Columbus.

Harga minyak juga melemah setelah reli pada sesi sebelumnya. West Texas Intermediate dan Brent berjangka lebih rendah sebesar 0,4%.

Penurunan imbal hasil memberikan dorongan pada pasar saham, karena Wall Street masih khawatir atas kenaikan suku bunga yang cepat baru-baru ini. Investor mungkin juga sudah melupakan risiko geopolitik yang disebabkan oleh konflik tersebut.

Hal tersebut didukung oleh laporan gaji September yang lebih kuat dari perkiraan pada hari Jumat dan optimisme menjelang serangkaian pendapatan kuartal ketiga minggu ini.

“Jika suku bunga terus turun, saya pikir itu akan menjadi pendorong utama rebound yang wajar di pasar ekuitas,” Lauren Goodwin, direktur strategi portofolio di New York Life Investments, mengatakan pada “Closing Bell” CNBC International.

“Ini juga tentang dinamika penawaran dan permintaan,” tambahnya. “Beberapa hari terakhir ini, kita mendapat sedikit kelegaan dari narasi The Fed dan juga sedikit mitigasi risiko dalam bentuk pembelian. Namun pasokan Treasury masih melimpah, kami perkirakan akan tetap seperti itu.”

Sebelumnya pada hari Rabu, Exxon Mobil setuju untuk membeli perusahaan pengebor minyak serpih Pioneer Natural Resources dalam transaksi seluruh saham senilai US$59,5 miliar, merger terbesar yang diumumkan di Wall Street tahun ini. Saham Pioneer naik 1,6% di awal perdagangan, sementara Exxon turun sekitar 2,8%.

Risalah pertemuan terbaru Federal Reserve (FOMC Minutes) yang dijadwalkan pada hari ini waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesiaakan memberikan informasi lebih lanjut mengenai siklus kenaikan suku bunga bank sentral setelah memilih untuk melewatkan kenaikan suku bunga bulan lalu. Pedagang juga menantikan laporan indeks harga konsumen bulan September pada hari Kamis pukul 19.30.

Investor juga terus mengawasi perang yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas setelah kelompok militan tersebut melancarkan serangan terhadap warga sipil Israel yang merupakan serangan paling mematikan yang pernah dialami negara itu dalam 50 tahun. Presiden Joe Biden mengutuk serangan Hamas sebagai terorisme dalam sambutannya pada hari Selasa dan mengatakan bahwa Amerika Serikat mendukung Israel

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *