Jum. Des 1st, 2023

Harian deteksi – Tali pusat, atau dikenal juga sebagai tali pusar, adalah jaringan ikat berbentuk saluran yang menghubungkan bayi dengan plasenta ibu. Meski tali pusat akan dipotong setelah bayi lahir, masih terdapat sisa tali pusat yang menempel di perut bayi. Inilah alasan mengapa diperlukan perawatan tali pusat bayi baru lahir guna menghindari terjadinya infeksi atau komplikasi lainnya.

Tali

Biasanya, tali pusat akan puput atau lepas dengan sendirinya dalam waktu 1–3 minggu setelah bayi lahir. Selama prosesnya, tali pusat akan mengalami perubahan warna dari kuning, cokelat, ungu, biru, hingga hitam. Hal ini tergolong normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Namun, orang tua tetap perlu memperhatikan langkah-langkah perawatan funiculus umbilicalis bayi baru lahir secara tepat seperti yang akan dijabarkan di bawah ini 

Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir

funiculus umbilicalis pada bayi baru lahir perlu dijaga kebersihannya agar terhindar dari infeksi hingga akhirnya puput atau lepas dengan sendirinya. Adapun langkah-langkah yang perlu diterapkan dalam perawatan funiculus umbilicalis adalah:

Tali

1. Mandikan Bayi dengan Air Hangat

Langkah pertama adalah menyiapkan air hangat untuk memandikan bayi menggunakan waslap sekaligus membersihkan area tali pusatnya. Basuh tubuh bayi secara perlahan dan pastikan untuk berhati-hati ketika membersihkan kulit di area pusar.

2. Mencuci Tangan Hingga Bersih

Setelah bayi selesai dimandikan, ibu perlu mencuci tangan terlebih dahulu dengan sabun antiseptik dan air mengalir sebelum membersihkan bagian funiculus umbilicalis guna mencegah risiko infeksi akibat kuman atau bakteri. Pastikan tidak ada lagi sabun yang tersisa di tangan. Setelah itu, keringkan tangan menggunakan handuk baru atau tisu bersih.

3. Membuka Kasa Penutup

Kasa dari rumah sakit yang menutupi daerah pusar bayi baru lahir umumnya akan menjadi lengket dengan kulit sehingga membuatnya cukup sulit untuk dilepas. Hal tersebut dikarenakan adanya bekas darah atau cairan di area funiculus umbilicalis yang menempel pada kasa.

Bukalah kasa secara perlahan agar tidak menyebabkan luka yang bisa berujung infeksi. Untuk mempermudah proses pelepasan kasa, ibu bisa membasahi sedikit kasa penutup funiculus umbilicalis menggunakan air bersih.

4. Membersihkan funiculus umbilicalis

Apabila kasa sudah terangkat, cobalah untuk mengecek kulit di sekitar area funiculus umbilicalis. Jika masih terdapat sisa darah atau cairan yang mengering, bersihkan area tersebut dengan lembut menggunakan kasa steril dan air bersih.

Perlu diingat bahwa cara membersihkan funiculus umbilicalisbayi baru lahir tidak boleh dilakukan dengan menyentuh funiculus umbilicalis secara langsung. Jadi, peganglah penjepit funiculus umbilicalis ketika sedang membersihkan kulit di sekitarnya.

5. Mengeringkan dengan Kasa Steril

Tali

Setelah membersihkan funiculus umbilicalis serta kulit di sekitarnya, pastikan untuk mengelapnya secara perlahan hingga kering menggunakan kasa steril. 

6. Tidak Membubuhkan Apa pun

Dalam perawatan funiculus umbilicalis bayi baru lahir, hindari penggunaan alkohol, bedak, sabun, cairan antiseptik, atau ramuan herbal untuk mempercepat pelepasan tali pusatnya. funiculus umbilicalis bayi baru lahir sebaiknya dibiarkan begitu saja hingga kering dan puput secara alami.

7. Menjaga agar Tetap Kering 

funiculus umbilicalis sebaiknya dibiarkan terbuka, tanpa ditutup kasa, untuk mempercepat proses pengeringan. Hal ini juga perlu diperhatikan ketika memakaikan popok pada bayi. Pastikan popok tidak menutupi funiculus umbilicalis agar tidak terkena air seni dan tinja yang dapat menyebabkan infeksi.

8. Membiarkan Puput dengan Sendirinya

Tali

Langkah terakhir dalam perawatan funiculus umbilicalis bayi baru lahir adalah menunggu funiculus umbilicalis mengering secara alami dan puput atau lepas dengan sendirinya. Tali pusat yang ditarik secara paksa hanya akan menyebabkan infeksi dan perdarahan yang berbahaya bagi kesehatan bayi. 

Setelah funiculus umbilicalis puput dengan sendirinya, akan terdapat sedikit darah di pusar bayi. Namun, jangan khawatir sebab hal tersebut tergolong normal. Cairan bening atau kuning yang disebut umbilical granuloma juga dapat terlihat. Nantinya cairan tersebut akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.

Sekian informasi seputar perawatan funiculus umbilicalis bayi baru lahir yang tepat untuk mencegah infeksi. Tali pusat yang terinfeksi akan menunjukkan tanda-tanda, seperti keluarnya nanah di area tali pusat, kulit kemerahan, dan terdapat pembengkakan. Bayi pun akan terus menangis jika tali pusat atau kulit di area tersebut disentuh.

Sumber : siloamhospitals.com

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *