Kam. Nov 30th, 2023

 

Harian Deteksi – Anggur biasanya dikonsumsi hanya daging buahnya saja. Selain buahnya, biji anggur punya banyak nutrisi penting, seperti 8 manfaat sehat ini.
Biji anggur kaya akan antioksidan, termasuk asam fenolik, antosianin, flavonoid, dan kompleks proanthocyanidin oligomer (OPCs). Ekstrak biji anggur atau disebut grape seed extract (GSE) menjadi suplemen makanan yang menjadi sumber proanthocyanidins.

Lantaran kandungan antioksidannya yang tinggi, GSE dapat membantu mencegah penyakit dan melindungi dari stres oksidatif, kerusakan jaringan, dan peradangan. Selain dalam bentuk suplemen, eksrak biji anggur juga dijual dalam bentuk minyak untuk memasak.

Berikut adalah 8 manfaat ekstrak biji anggur bagi kesehatan berdasarkan penelitian melansir Healthline.
1. Dapat menurunkan tekanan darah

Beberapa penelitian telah meneliti efek ekstrak biji anggur pada tekanan darah tinggi.
Tinjauan terhadap 16 penelitian pada 810 orang dengan tekanan darah tinggi atau peningkatan risiko menemukan bahwa mengonsumsi 100-2.000 mg ekstrak biji anggur setiap hari efektif mengurangi tekanan darah sistolik dan diastolik (angka atas dan bawah) rata-rata 6,08 mmHg dan masing-masing 2,8 mmHg.

2. Memperlancar aliran darah
Dalam penelitian selama 8 minggu pada 17 wanita sehat pascamenopause, mengonsumsi 400 mg GSE memiliki efek pengencer darah, berpotensi mengurangi risiko penggumpalan darah.

Sebuah studi tambahan pada 8 wanita muda yang sehat menilai efek proanthocyanidin dosis tunggal 400 mg dari GSE segera diikuti dengan duduk selama 6 jam. Terbukti mengurangi pembengkakan dan edema kaki hingga 70%, dibandingkan dengan tidak menggunakan GSE.

3. Menurunkan kolesterol tinggi
Peningkatan kadar kolesterol LDL (jahat) dalam darah diketahui merupakan faktor risiko penyakit jantung. Suplemen ekstrak biji anggur ternyata mengurangi oksidasi LDL yang dipicu oleh diet tinggi lemak dalam beberapa penelitian pada hewan.

Dalam penelitian lain, 61 orang dewasa sehat melihat penurunan LDL teroksidasi sebesar 13,9% setelah mengonsumsi 400 mg GSE. Namun, penelitian serupa tidak dapat mereplikasi hasil ini.

Selain itu, sebuah penelitian pada 87 orang yang menjalani operasi jantung menemukan bahwa mengonsumsi 400 mg GSE sehari sebelum operasi secara signifikan mengurangi stres oksidatif. Oleh karena itu, GSE kemungkinan besar terlindungi dari kerusakan jantung lebih lanjut.

4. Meningkatkan kadar kolagen dan kekuatan tulang
Meningkatkan konsumsi flavonoid dapat meningkatkan sintesis kolagen dan pembentukan tulang. Sebagai sumber yang kaya akan flavonoid, GSE dapat membantu meningkatkan kepadatan dan kekuatan tulang.

Faktanya, penelitian pada hewan menemukan bahwa menambahkan ekstrak biji anggur ke dalam makanan rendah kalsium, standar, atau tinggi kalsium dapat meningkatkan kepadatan tulang, kandungan mineral, dan kekuatan tulang.

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak biji anggur dapat menekan kerusakan tulang pada arthritis autoimun inflamasi.

5. Menjaga kesehatan otak sepanjang usia

Kombinasi sifat antioksidan dan anti-inflamasi Flavonoid dalam biji anggur dapat menunda atau mengurangi timbulnya penyakit neurodegeneratif seperti penyakit Alzheimer.
Salah satu komponen ekstrak biji anggur adalah asam galat, yang menurut penelitian pada hewan dan laboratorium dapat menghambat pembentukan fibril oleh peptida beta-amiloid. Kelompok protein beta-amiloid di otak merupakan ciri khas penyakit Alzheimer.

Penelitian pada hewan menemukan bahwa ekstrak biji anggur dapat mencegah kehilangan ingatan, meningkatkan status kognitif dan tingkat antioksidan otak, serta mengurangi lesi otak dan kelompok amiloid.

6. Meningkatkan fungsi ginjal
Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak biji anggur dapat mengurangi kerusakan ginjal dan meningkatkan fungsi dengan mengurangi stres oksidatif dan kerusakan inflamasi.

Dalam sebuah penelitian, 23 orang yang didiagnosis gagal ginjal kronis diberi 2 gram ekstrak biji anggur setiap hari selama 6 bulan dan kemudian dibandingkan dengan kelompok plasebo. Protein urin menurun sebesar 3% dan filtrasi ginjal meningkat sebesar 9%.
Ini berarti ginjal peserta kelompok uji jauh lebih mampu menyaring urin dibandingkan ginjal peserta kelompok plasebo.

7. Menghambat pertumbuhan infeksi
Penelitian telah menunjukkan bahwa ekstrak biji anggur menghambat pertumbuhan bakteri umum yang ditularkan melalui makanan, termasuk Campylobacter dan E. coli, yang keduanya sering menyebabkan keracunan makanan parah dan sakit perut.

Sayangnya, penelitian pada manusia tentang kemampuan ekstrak biji anggur untuk membantu mengobati infeksi masih kurang.

8. Mengurangi risiko kanker
Asupan antioksidan yang tinggi, seperti flavonoid dan proanthocyanidins, dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai jenis kanker.

Aktivitas antioksidan dalam ekstrak biji anggur telah menunjukkan potensi untuk menghambat garis sel payudara, paru-paru, lambung, sel skuamosa mulut, hati, prostat, dan pankreas manusia di laboratorium.

Dalam penelitian pada hewan, ekstrak biji anggur telah terbukti meningkatkan efek berbagai jenis kemoterapi.

Sumber : Detikcom

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *