Kam. Nov 30th, 2023

Harian Deteksi – Kopi harus melalui proses panjang sebelum bisa diseduh dan siseruput. Mulai dari penanaman bibit hingga akhirnya menjadi bubuk kopi yang harum.
Kopi banyak digemari dan seolah sudah menyatu pada setiap gaya hidup lapisan masyarakat. Ternyata untuk dapat diminum ada proses panjang yang harus dilalui para petani kopi untuk menyajikan biji kopi berkualitas.

Kopi yang berasal dah buah cherry tanaman kopi harus melalui berbagai tahapan hingga digiling dan diseduh dengan air panas. Merawat tanaman kopi bukan hal yang mudah karena jenis tumbuhan ini rentan akan penyakit dan virus.

Mengunjungi Perkebunan Kopi Tugu Kawisari, di Blitar detikfood menyaksikan langsung bagaimana proses kerja keras para petani kopi untuk menyajikan segelas kopi yang menyegarkan. Dipandu oleh Agus Haryanto, kami melihat berbagai tahapan yang cukup rumit di balik secangkir kopi.

Pembibitan
Layaknya tanaman yang lain biji kopi juga berasal dari bibit. Untuk tanaman kopi sendiri ada dua jenis pembibitan yang dilakukan yaitu stek sambung dan sambung stek yang disesuaikan dengan jenis bibitnya sendiri.

“Untuk pembibitan kopi ini kita pakai dengan sistem vegetatif yaitu dengan cara sambung stek dan stek sambung. Jadi, proses awalnya kita membuat batang bawah yaitu kita pilih yang tahan terhadap hama penyakit. Kalau sudah disambung baru kemudian diberi perangsang akar,” kata Agus.

Penanaman
Bibit yang sudah disiapkan akan masuk ke proses pengakaran. Bibit tanaman kopi ini akan ditutup dengan sungkup dan dibuka pada bulan ke-3 atau ke-4 sampai akar-akarnya sudah kuat untuk tumbuh menjadi pohon di lahan yang lebih luas.

Pada proses penutupan sungkup ini, tanaman kopi juga akan dievaluasi sebelum ditanam berdasarkan bentuk daun, batang dan ciri-ciri fisik lainnya. “Kalau sungkupnya berembun berarti itu normal. Setelah dibuka nanti baru satu per satu bibit akan ditanam di lahan-lahan yang masih kosong. Baik untuk replanting maupun menggantikan pohon-pohon yang sudah tidak produktif,” kata Agus.

Pemanenan
Tanaman kopi membutuhkan waktu pertumbuhan yang sangat lama. Agus mengatakan pohon kopi butuh waktu selama 4 – 6 tahun untuk mulai produktif dan menghasilkan buah ceri dan diambil bijinya sebagai biji kopi.

Selama masa pertumbuhan tanaman kopi memerlukan curah hujan yang tepat, sinar matahari yang cukup hingga pengamatan-pengamatan untuk memastikan bahwa tanaman kopi sudah tumbuh dengan maksimal. Pada satu kali proses panen Agus mengatakan Perkebunan Kopi Tugu Kawisari bisa menghasilkan hingga puluhan ton tergantung musim dan cuaca.

Fermentasi
Setelah buah ceri kopi yang masak dipetik, selanjutnya akan dikumpulkan pada bak-bak besar untuk difermentasi. Buah kopi yang sudah dipetik akan dipilih kualitasnya terlebih dahulu sebelum dialirkan ke bak-bak fermentasi sesuai dengan ukuran dan kualitas buahnya.
Proses fermentasi ini dilakukan bertujuan untuk mengurangi lendir-lendir yang menempel pada biji kopi. Agus menyebutkan bahwa dibutuhkan waktu selama 18 jam perendaman untuk membuat biji-biji kopi siap menuju tahap selanjutnya.

Proses Sortir
Setelah melalui proses fermentasi, biji-biji kopi akan dikelompokkan menjadi beberapa jenis yaitu biji besar (BB), biji sedang (BS), biji tanggung (BT) dan biji kecil (BK). Biji kopi ini pertama-tama akan dipilah menggunakan mesin khusus dan menampungnya pada karung-karung yang telah diberi kode sesuai dengan jenis bijinya.

Kemudian karung-karung tersebut akan dilakukan sortasi secara manual oleh tenaga manusia untuk memisahkan biji yang layak untuk diolah dengan biji kopi yang cacat. Ada puluhan pekerja yang secara khusus bertugas pada bagian pemilahan ini, bahkan salah satu diantaranya mengaku sudah bekerja sebagai penyortir biji kopi sejak dirinya masih belia hingga kini memiliki cucu.

Biji kopi haru disangrai terlebih dahulu sebelum dihaluskan. Foto: detikcom
Penyangraian
Biji-biji yang sudah disortir kemudian akan dipanggang sesuai dengan permintaan pembeli. Jadi, tidak semua kopi akan dipanggang dalam waktu bersamaan. Biji-biji kopi akan tetap disimpan pada kantung-kantung besar untuk menjaga kualitasnya.

Secara umum biji kopi yang dipanggang di Perkebunan Kopi Tugu Kawisari ini dibedakan tergantung lama waktunya. Semakin lama dipanggang, biji kopinya akan semakin berwarna gelap dengan rasa pahit yang semakin tipis. Setelah dipanggang baru biji kopi akan dihaluskan sesuai dengan ukuran yang diminta.

Penyeduhan
Setelah berkeliling menyaksikan langsung proses pengolahan tanaman kopi menjadi biji kopi yang siap minum, kami juga mencicipi langsung kopi yang segar. Kami menyaksikan sendiri sebagian kecil biji kopi yang disangrai secara manual hingga berwarna cokelat kehitaman dan keluar minyaknya kemudian ditumbuk.

Bertemu dengan Pak No, selaku salah satu pekerja di Perkebunan Kopi Tugu Kawisari, ia menyebutkan bahwa memanggang biji kopi dengan kayu bakar akan lebih efektif hasilnya karena suhu panasnya yang tinggi. Pak No juga menunjukkan cara menghaluskan kopi dengan alat penumbuk sederhana. Setelah itu kopi yang sudah menjadi bubuk siap diseduh dengan air panas.

Sumber : Detikcom

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *